Semangat membangun budaya literasi di kalangan anak-anak terus digelorakan melalui aksi kolaboratif yang digelar di Kubu Panglima, Desa Tajimalela, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (26/7/2026). Komunitas Kita Bersuara, Kelas Impian, Fino Badut, dan BEM Universitas Indonesia Mandiri (UIM) bersinergi menghadirkan kegiatan edukatif yang dikemas secara menyenangkan. Puluhan anak mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari membaca bersama, mendongeng, melukis di ruang terbuka, hingga menikmati hiburan interaktif yang dibawakan Fino Badut.
Semangat membangun budaya literasi di kalangan anak-anak terus digelorakan melalui aksi kolaboratif yang digelar di Kubu Panglima, Desa Tajimalela, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (26/7/2026).
Komunitas Kita Bersuara, Kelas Impian, Fino Badut, dan BEM Universitas Indonesia Mandiri (UIM) bersinergi menghadirkan kegiatan edukatif yang dikemas secara menyenangkan. Puluhan anak mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari membaca bersama, mendongeng, melukis di ruang terbuka, hingga menikmati hiburan interaktif yang dibawakan Fino Badut.
Lapak buku bacaan yang disediakan di lokasi turut menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak tampak antusias memilih dan membaca berbagai buku cerita maupun pengetahuan umum, menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh keceriaan.
Perwakilan penggiat sekaligus tim kolaborator, Pandu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di wilayah pedesaan. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh ruang belajar yang menyenangkan sekaligus kesempatan untuk mengekspresikan kreativitasnya.
"Pendidikan dan ruang ekspresi anak-anak di pelosok desa adalah fondasi masa depan bangsa yang tidak boleh diabaikan. Melalui kolaborasi bersama ini di Kubu Panglima, Desa Tajimalela, kami ingin membuktikan bahwa literasi bisa dihadirkan dengan cara yang menyenangkan, hangat, dan dekat dengan dunia anak-anak," ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa anak-anak hanya membutuhkan ruang dan kesempatan untuk berkembang.
"Melihat antusiasme mereka saat bersama-sama membuka lembaran buku, mendengarkan dongeng, hingga menumpahkan imajinasi lewat warna-warna di atas kanvas, kami semakin yakin bahwa anak-anak ini hanya butuh dipantik ruang dan kesempatannya," tambahnya.
"Harapan kami sederhana, kegiatan ini bukan sekadar agenda sesaat, tetapi menjadi percikan awal yang menumbuhkan kecintaan membaca dan merawat mimpi-mimpi besar anak-anak dari desa untuk Indonesia," harapnya.
Melalui kegiatan tersebut, keempat penyelenggara juga berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sebagai upaya memperkuat budaya literasi, khususnya di wilayah pedesaan.
Selain meningkatkan minat baca, program ini juga diharapkan menjadi ruang yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, serta mengembangkan potensi mereka sejak dini.



